Mengenal Jenis-Jenis Bilangan untuk Siswa Kelas 6 SD
- 2 views
- Last updated
- Mathematics
- @najmah-fahmida
Lima kelompok bilangan yang perlu dikenal di sekolah dasar, dibangun satu per satu dengan gambar yang bisa diikuti. Bilangan asli, cacah, dan bulat tumbuh di atas satu garis bilangan yang sama, sehingga terlihat bahwa kelompoknya tidak berganti melainkan bertambah anggota. Bilangan prima dimulai dari memeriksa pembagi angka enam dan angka tujuh, lalu sebuah penunjuk berjalan di garis bilangan mencari prima berikutnya: dua, tiga, empat yang gagal, lima, tujuh, sebelas. Pecahan dan desimal diperkenalkan dengan satu batang cokelat yang dipotong empat, dibaca dua kali sebagai dua per empat dan sebagai nol koma lima. Ditutup dengan satu tabel ringkasan berisi kelima kelompok beserta contohnya.
Halo! Hari ini kita berkenalan dengan lima kelompok bilangan. Semuanya bisa kita letakkan pada satu garis bilangan seperti ini. Saat mulai berhitung, kita memakai satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya. Kelompok ini disebut bilangan asli. Perhatikan, nol belum ikut. Kalau nol kita masukkan juga, kelompoknya menjadi bilangan cacah. Sekarang lihat ke sebelah kiri nol. Ada minus satu, minus dua, minus tiga. Semuanya bersama nol dan bilangan positif disebut bilangan bulat. Jadi kelompoknya tidak berganti, hanya bertambah anggota: dari asli, ke cacah, lalu ke bulat.
Sekarang kelompok keempat. Coba kita periksa angka enam. Enam bisa dibagi satu, dua, tiga, dan enam, jadi ada empat pembagi. Sekarang angka tujuh. Tujuh hanya bisa dibagi satu dan dirinya sendiri. Pembaginya tepat dua. Bilangan yang pembaginya tepat dua, yaitu satu dan dirinya sendiri, kita sebut bilangan prima. Ayo kita cari. Dua prima. Tiga prima. Empat tidak, karena bisa dibagi dua juga. Lima prima, tujuh prima, sebelas prima. Semua yang berwarna kuning adalah bilangan prima. Angka satu bukan prima, sebab pembaginya hanya satu.
Kelompok terakhir: pecahan dan desimal. Ini satu batang cokelat yang dipotong menjadi empat bagian sama besar. Kalau kita ambil dua potong, itu dua per empat, atau setengah. Ditulis sebagai desimal, nol koma lima. Ambil satu potong lagi, jadi tiga per empat, atau nol koma tujuh lima. Pecahan dan desimal itu dua cara menulis jumlah yang sama.
Mari kita ulangi kelimanya. Bilangan asli, yaitu satu, dua, tiga, dan seterusnya. Bilangan cacah menambahkan nol. Bilangan bulat menambahkan bilangan negatif. Bilangan prima punya tepat dua pembagi. Lalu pecahan dan desimal untuk jumlah yang tidak utuh. Itulah lima kelompok bilangan yang perlu kamu kenal. Sampai jumpa!
Loading discussion…